Geoffrey Leech

November 22nd, 2017 No comments

Meneruskan tulisan yang pertama, tulisan ini akan membahas salah satu linguist yang  pernah kita singgung, yaitu Geoffrey Leech. Tulisan berikut saya tujukan untuk mengenang beliau yang telah memberikan begitu banyak pemikiran dan karya bagi kemajuan pengetahuan bidang linguistik.

Olinco2_GLeech_portrait

Dimulai dari pendidikan BA, MA dan Ph.D di University of London/University College London (UCL), Leech mendapat kesempatan bertemu para tokoh terkenal di bidang linguistik; sampai akhirnya Leech sendiri menjadi salah satu tokoh besar di bidang linguistik.

Pada tahun 1956-1959, Leech tertarik pada pembuatan silabus linguistik, khususnya ‘Silabus B’ yang berisi komponen besar karya bahasa historis. Dalam Silabus B, misalnya, mahasiswa diajarkan untuk memahami karya sastra Beowulf secara keseluruhan. Terkait dengan Silabus B, Leech mengambil mata kuliah  Old English, Middle English, Old Norse, English Philology dan Phonetics. Mata kuliah tersebut diajarkan oleh A.C Gimson dan J. D. O’Connor, yang menjadi pembesar di bidang English Phonetics.

Pada musim panas tahun 1962, Leech beruntung bisa menjadi asisten dosen di Jurusan Bahasa Inggris di UCL. Ketua jurusan saat itu, A.H. Smith, menunjuk Leech menjadi seorang asisten bagi profesor Randolph Quirk. Sebelum memulai tugasnya sebagai seorang asisten, Quirk mewawancarai Leech yang mana wawancara itu menjadi gerbang awal karir Leech sebagai seorang profesor linguistik. Tugas Leech sebagai dosen pemula adalah merencanakan dan menyampaikan serangkaian kuliah tentang ‘Retorika’ untuk siswa kelas satu. Sebelumnya, rangkaian kuliah ini mengenai sejarah retorika dari zaman klasik, tetapi diubah oleh Leech menjadi suatu mata kuliah yang mengkaji bahasa sastra (terutama bahasa puisi) dari sudut pandang linguistik modern, bukan dari tradisi retorika itu sendiri.

Pada tahun 1963 Leech menyelesaikan tesis MA mengenai The Language of Commercial Television Advertising. Profesor Quirk meminta Leech untuk menulis sebuah buku, yang sebagian didasarkan pada tesis MA nya, namun memperluas ke kajian lebih umum atas bahasa periklanan. Buku ini akhirnya diterbitkan dengan judul English in Advertising: A Linguistic Study of Advertising in Great Britain (1966).

Dari apa yang telah Leech lakukan dan tulis, kita tahu ada dua hal penting yang menjadi fokus kajiannya: the study of register (terutama dalam iklan) dan the study of literary style. Fokus kajian Leech selanjutnya yaitu bidang Semantics yang bermula saat Leech menjadi asisten direktur Halliday. Pada tahun 1963 M.A.K. Halliday diangkat menjadi Direktur Communication Research Centre dan di bawah pengaruhnya keseluruhan arah CRC mengalami transformasi. Pada saat yang sama, Michael Halliday menjadi Profesor Linguistik pertama di UCL. Pada waktu itu Leech sangat terpengaruh dengan teori linguistik Halliday, ‘Scale and Category Grammar’ (Halliday 1961), yang kemudian berganti nama menjadi ‘Systemic Linguistics’ atau ‘Systemic Functional Linguistics’ . Leech tertarik untuk mengeksplorasi konsep ‘sistem’ dan struktur Halliday dalam arah yang baru dengan menggunakan pendekatan Semantics. Namun, gagasan Leech tentang Semantics mengarah ke integrasi analisis komparatif dan hubungan logis (componential analysis and logical relations) dan agak berbeda dari teori sistem oleh Halliday.

Aspek penting lain dari karir akademik Leech di tahun 1962-1969 adalah saat Leech terlibat dalam proyek Survei Penggunaan Bahasa Inggris (Survey of English Usage), sebuah pusat penelitian yang didirikan oleh profesor Randolph Quirk pada tahun 1959. Bagian paling penting dari pekerjaan Survei adalah membuat kompilasi besar teks bahasa Inggris modern, baik lisan maupun tulisan. Tiga peneliti terkemuka yang tergabung dalam proyek Quirk ini adalah David Crystal, Jan Svartvik dan Sidney Greenbaum. Svartvik dan Greenbaum kemudian berkolaborasi dengan Quirk dan Leech, sebagai co-author, dari buku A Grammar of Contemporary English (GCE), sebuah tata bahasa deskriptif rinci bahasa Inggris (Quirk et al, 1972).

Pada tahun 1969, Leech berhenti mengajar di UCL dan mulai mengajar di Lancaster University pada tahun yang sama sebagai salah satu ahli bahasa pertama di Jurusan Bahasa Inggris. Pada tahun 1974 Leech menjadi Ketua Jurusan Linguistik yang pertama dan sebagai seorang profesor pertama di sana.  Leech memainkan peran penting dalam hampir semua perkembangan di jurusan ini sampai bisa berkembang menjadi salah satu pusat linguistik utama di dunia.

Pada masa karir Leech di Lancaster, setelah GCE diterbitkan pada tahun 1972, keempat penulis tadi memutuskan untuk menulis dua buku mengenai tata bahasa Inggris bagi siswa tingkat lanjut. Salah satunya yaitu buku yang ditulis oleh Quirk dan Greenbaum, yang merupakan versi GCE yang lebih pendek, berjudul A University Grammar of English (1973). Buku yang ke dua ditulis oleh Svartvik dan Leech berjudul A Communicative Grammar of English (1975). Dalam buku ini kedua penulis mencoba mengembangkan pendekatan bahasa Inggris yang lebih baru berdasarkan gagasan bahwa tata bahasa haruslah ‘komunikatif’ dalam artian pengajaran tata bahasa harus bisa menghubungkan bentuk dan struktur bahasa dengan makna dan penggunaannya. Buku ini menjadi buku yang populer dan telah diterbitkan dalam edisi revisi (1994).

Pada tahun 1985, terbitlah satu buku tata bahasa  yang jauh lebih kompleks dibanding GCE. Sekitar tahun 1978, ‘gang of four’ (julukan bagi tim Quirk dkk) mulai mengerjakan edisi kedua GCE. Sejak GCE diterbitkan pada tahun 1972, gagasan tentang tata bahasa dan pengetahuan tentang tata bahasa Inggris telah berkembang pesat. Gang of four merasa siap untuk memulai edisi terbaru  GCE. Dalam proses penulisan, organisasi buku diubah dan ada banyak materi ditambahkan yang diperoleh ketika keempat penulis melakukan survei penggunaan bahasa Inggris. Pada saat itu, edisi kedua GCE akhirnya berevolusi menjadi buku tata bahasa baru dengan judul A Comprehensive Grammar of the English Language (Quirk et al., 1985).

Pada tahun 1996 Leech pensiun dini, tetapi tetap aktif sebagai Research Professor dan aktif dalam melakukan banyak penelitian dan bimbingan bagi mahasiswa doktoral. Leech telah memberikan kontribusi besar pada bidang linguistik seperti Stilistika (dalam buku A Linguistic Guide to English Poetry [1969] dan, ditulis dengan Mick Short, Style in Fiction [1981]), Semantik dan Pragmatik (dalam buku Principles of Pragmatics [1983] dan The Pragmatics of Politeness (2014). Leech juga dikenal  sebagai salah satu pendiri bidang linguistik korpus mulai dari pembuatannya sampai pada studi bahasa dengan menggunakan kumpulan data bahasa berukuran besar dan  terkomputerisasi. Bidang ini sekarang telah menjadi salah satu pendekatan utama terhadap banyak persoalan linguistik.

Itulah sekelumit ulasan mengenai Geoffrey Leech yang bagi saya sangat menginspirasi.

Pada ulasan selanjutnya, saya akan membahas awal mula Linguistik sebagai suatu pendekatan. Tunggu ya….

 

Sumber:

Beberapa informasi seperti tahun karir Leech diambil dari situs daring UCL dan Lancaster University.

Gambar diambil dari http://wp.lancs.ac.uk/geoffreyleech/.

Categories: Uncategorized Tags:

Linguistik

November 11th, 2017 No comments

Mengapa belajar bahasa? Mengapa linguistik? Linguistik yang mana?

Bahasa -dalam bentuk apapun -menjadi kebutuhan setiap manusia. Ketika suatu hal menjadi kebutuhan, perlukah bagi kita untuk memberikan kajian? Tentu iya, karena salah satu makna seseorang dinilai dari bagaimana dia menggunakan bahasa dalam interaksi dengan manusia lainnya. Hal ini senada dengan Chomsky yang menyatakan bahwa “Language is the core of our being”. Bahkan hubungan kita dengan Tuhan juga bisa diukur dari seberapa banyak untaian pesan dari doa, harapan, kekaguman, atau keluh kesah yang telah kita sampaikan pada-Nya. Dalam hal ini, untuk tujuan dan dengan cara apapun, bahasa benar-benar suatu berkah bagi kita.

Mari kita lihat bagaimana orang-orang besar seperti Chomsky tertarik memberikan kajian pada bahasa. Dikutip dari laman discovermagazine.com dalam tajuk wawancara “Discover Interview: The Radical Linguist Noam Chomsky” (29 November 2011), Chomksy memberikan jawaban atas beberapa hal, mulai dari bagaimana bahasa menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lain, bila kekuatan bahasa muncul, latar belakang apa yang membuat Chomsky tertarik pada ilmu bahasa, sampai ulasan singkat mengenai teori Universal Grammar (teori ini dipakai salah satunya dalam menjelaskan pemerolehan bahasa) dan makna bahasa. Dari salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh reporter yakni What first sparked your interest in human language? . Chomsky menjawab bahwa Chomsky mulai tertarik pada ilmu bahasa ketika sang ayah mengajaknya membaca karya sastra modern bahasa Ibrani dan beberapa teks sastra yang lain. Pada saat itu, Chomsky mulai mengenal tata bahasa Ibrani yang mana kemudian Chomsky sadar bahwa mempelajari tata bahasa meliputi mempelajari pengaturan suara, penggunaan kala (tenses), pengaturan kata dan akhirnya bagaimana kata tersebut membentuk satu kesatuan utuh dalam kalimat.

Selain Noam Chomsky, pembesar ilmu bahasa lainnya adalah Geoffrey Leech yang mendapat banyak inspirasi dari J.R. Firth, profesor linguistik pertama di Inggris dan the father of linguistics di Inggris, dan dari Daniel Jones, profesor fonetik pertama di Inggris dan the father of British School in phonetics di Inggris.

Ulasan mengenai bagaimana Leech mulai menggeluti dunia bahasa, dilanjutkan besok ya. Terimakasih.

 

Categories: Uncategorized Tags:

Hello world!

September 4th, 2015 1 comment

Selamat Datang di Universitas Brawijaya. Ini adalah posting pertamaku

Categories: Uncategorized Tags: